Langsung ke konten utama

Postingan

Sempadan Duka

Bertahan sekaligus berjuang tidaklah mudah. Mencoba berdiri tegak di tengah gemuruh ombak. Bertahan pada kapal yang sama, namun ternyata tak berdaya. Tak apa jika lelah, bukan untuk pindah arah, hanya agar sanggup melangkah. Terlalu berat memang jika sendiri, Carilah yang membersamai. Tanpa harus memaksa, karena semua bergerak mengikuti hati. Entah nantinya akan beriringan atau hanya akan mencari tujuan yang sama. Semua menjadi percuma jika tidak seirama. Bersimpuh dan berdoa, tetaplah yang utama. Karena kita, hanya hamba-Nya yang mencoba bertahan di dunia fana. ------ Tuan... Tak inginkah kau merengkuhku di sepanjang perjalanan hidupmu? Tak inginkah engkau meraihku untuk berada di relung hatimu? Kau biarkan aku tertusuk ribuan duri yang terbentang. Jika aku menjadi abu, itu bukan untuk kebahagiaanmu, agar duka mengikutimu tanpa jeda.  - Abelqiz, 150825    
Postingan terbaru

Lelah

Entah sanggup bertahan dengan cara apa, atau sampai kapan. Semakin hari yang di rasa hanya kekosongan diri, dan perihnya hati. Hampa... Ternyata ratusan cinta tak sanggup menghapus sakit. Hanya ingin istirahat sejenak, namun dunia tak memberi satu helaan nafas pun untuk bahagia. Kenapa? Banyak tanya tak ada jawab. Banyak pengorbanan tak ada hasil. Banyak penantian tak ada kepastian. Mungkin suatu saat, jiwa ini akan pergi dengan sendirinya, diiringi belas kasih yang terurai dalam air mata.  _________________________________________________________________________________ Teruntuk jiwa... Jikalau lelah, beristirahatlah. Ikhlaskan yang dipinta, karena raga sudah tak mampu bertahan. Sejauh apa hidup kau inginkan? Jika tangis tak pernah usai, sakit tak pernah hilang. Karena, semua perhatian, terlalu palsu untuk dijadikan nyata.  - Abelqiz, 150920

Tafsir Hidup

Yang dianggap baik sudah menjadi abu. Terabaikan, kemudian menjadi pilu. Sekejap, takdir berkata "tidak". Anggaplah pelajaran yang tak berujung. Tenang saja... Ini bukan prolog atau epilog hidup. Hanya sebuah petualangan, yang harus terus ditafsirkan. Terimakasih diri, tetap tangguh terus bertahan. _________________________________________________________________________ Kepada kamu yang sedang memperbaiki diri, tak ada yang lebih baik selain memahami bahwa : Cukup bersyukur kepada siapa yang membuat tersenyum. Karena kejujuran tak terletak pada kebaikan, namun keberanian untuk mengungkapkan.                                                                                                         abelqiz - 250120  

Berdiri Tanpa Kaki

     "Setidaknya, aku masih berjalan tanpa kaki orang lain. Berdiri tegak tanpa goyah." Ucap peri kecil pada Pangeran Kegelapan. Pangeran Kegelapan tersenyum pahit, "Bukan berarti tak ada yang menatap miris terhadapmu, Puan. Hanya saja mereka memaksa untuk merunduk ketika engkau berlalu."      Ya... terbang dengan sebelah sayap yang tak lagi utuh, bukanlah pilihan mudah. Namun seperti itulah aku mencoba bertahan. Menatap orang-orang yang lalu lalang, seolah tak memperhatikan gerakku, namun ternyata berbisik nyinyir di belakang. Setidaknya, aku akan buktikan bahwa aku mampu terus bergerak, walau perih kurasa. Tanpa menjadi benalu pada pepohonan tinggi.      Sepenting itukah sayap untuk mereka?   Tak ada yang sempurna. Setiap makhluk lahir dengan cacatnya sendiri. Pantaskah kita membahas kekurangan mereka? Sudahlah, biar Tuhan yang membalas apa yang tidak diketahui pun yang kuketahui.      Mungkin memang pelar...

Delusi

Tuan, bukankah engkau bisa mengiringi langkahku dengan do'a? Karena setiap aku meraba mimpi, hanya hampa yang ku dapat. Diam aku berjalan, selamanya menjadi tanya untukmu. Bukan perihal ego yang tinggi, ini perkara hati yang hancur. Yang tak dapat terobati dengan kata. Asa dalam dada pun terbungkus luka, berpita emosi,  bersarang sepi. Hingga cinta tak mampu lagi menyentuh hati, atau sekedar hinggap untuk menyapa. Pilu.... Bagai fatamorgana, hidup hanya sekedar kiasan. Bukan pilihan, pulang adalah akhir dari semua tujuan. _____________________________________________________________________ "Katamu... hidup akan menjadi sederhana, karena takkan pernah kau janjikan apapun. Namun, lisan tak pernah berdampingan dengan realita. Berdiri di batas nalar diri, mencoba peruntungan hidup dengan meraba masa depan bukanlah keahlianku, Tuan.... Jadikanlah ilusi menjadi nyata, agar tidak tercipta delusi. Karena berdiri tanpa penopang, hanya akan mengaburkan jarak pandang...

Mentari Pagi Ini

     Peri kecil berdiri di ujung tebing, menunggu mentari yang mulai muncul perlahan. Perasaannya tenang, layaknya ombak di lautan pagi ini. Buliran air mata berganti dengan senyum yang terukir tidak hanya di paras mungilnya, namun juga hati. Peri kecil bersimpuh dan memejamkan matanya. Peri Kecil : "Dengan nama Allah, bimbing hatiku hanya untuk satu nama yang KAU inginkan. Beri aku cara terbaik untuk mendapatkan kebahagiaanku. Karena KAU sang maha pembolak balik hati, yang tahu segalanya yang aku tidak pernah tahu."      Tanpa Peri Kecil sadari, Pangeran Kegelapan berada tepat di belakangnya, memperhatikannya sejak awal ia berdoa. Pangeran Kegelapan menepuk pelan pundaknya. Peri kecil terkejut, Pangeran Kegelapan mendekatkan bibir ke telinganya, kemudian berbisik, Pangeran Kegelapan : "Nafasku selalu berhenti setiap kali mendengar detik jam yang bergeser. Sebab kau merajut rindu di dalamnya. Bersamaan degup jantungku. Kubiarkan kau mengalir bersa...

Koper Cintaku - Part 2

Tuan... Ketika kita saling sapa, kemudian menjadi cinta tanpa luka. Banyak harap dan do'a yang kita lantunkan kepada Sang Pencipta. Tawa, canda, tangis, serta amarah memenuhi hari yang pernah kita lalui. Begitu sempurna sampai kita lalai bahwa ada jurang yang terbuka. Antara kita tak pernah bisa menyatu, hanya bertemu. Pertemuan yang mengajarkan kita, bahwa aku memiliki hatimu, namun bukan ragamu. Tuan... Do'aku tak pernah salah, akan selalu kubacakan disetiap sujudku, untukmu, atas izin Tuhan. Dan terima kasih atas semua ketulusan, kesabaran, serta keikhlasanmu. Bahwa mencintaimu memang bukan untuk memiliki. Aku mencintaimu... sungguh... tanpa kepalsuan serta kepura-puraan. Namun Tuhan lebih menyayangimu dibandingkan denganku. Tuan... ini bukan perpisahan.... Ku ucap syukur atas pertemuan, sayang, serta cinta yang kita tanamkan jauh di dalam hati terdalam. Hati ini terasa lemah, sunyi, dan sepi. Pelukanmu tak pernah terhapuskan. Dan cintamu...