"Coba tebak, kenapa Tuhan membiarkan sayapmu patah, dan ngga berfungsi seperti sediakala lagi?" Pangeran Kegelapan berkata sambil menahan senyum. Peri Kecil mengernyit, "Di kutuk kali!"Ucapnya ketus. "Dih gitu." Pangeran Kegelapan tertawa terbahak-bahak. Peri Kecil kesal, perasaannya sedang campur aduk, namun malah di tertawakan seperti itu, "Berisik! Aku mau sendiri, ngga usah ganggu!!". Peri Kecil menghentakkan kakinya. Pangeran Kegelapan menyentuh sayap Peri Kecil dengan lembut, "Tuhan membiarkan sayapmu patah seperti ini, karena Tuhan tau, aku akan menemani gelapmu, kemudian membiarkanmu menikmati dinginnya langit bersamaku." Tanpa meminta persetujuan, Pangeran Kegelapan merengkuh Peri Kecil ke dalam pelukan, kemudian membawanya terbang mengelilingi gelapnya malam. Peri Kecil terenyuh, amarah yang ia rasakan perlahan mereda, tergantikan oleh hawa dinginnya malam yang kemudian menghangat karena pelukan Pangeran...