Abelqiz, 160518Aku bersujud di antara doa dan harapan.Hingga gigil malam mengacau fikiran.Resah berkecamuk dalam dada.Sesaat jantung berdegup lebih kencang dari sebelumnya.Mencoba berdiri dan melangkah, namun tertahan oleh rindu.Ya... Kita dua beda yang menyatu.Meyakinkan jarak dengan hati.Memberanikan batin dalam diri.Percaya garisan takdir tidaklah semu.Hanya sebatas permainan waktu.
Bertahan sekaligus berjuang tidaklah mudah. Mencoba berdiri tegak di tengah gemuruh ombak. Bertahan pada kapal yang sama, namun ternyata tak berdaya. Tak apa jika lelah, bukan untuk pindah arah, hanya agar sanggup melangkah. Terlalu berat memang jika sendiri, Carilah yang membersamai. Tanpa harus memaksa, karena semua bergerak mengikuti hati. Entah nantinya akan beriringan atau hanya akan mencari tujuan yang sama. Semua menjadi percuma jika tidak seirama. Bersimpuh dan berdoa, tetaplah yang utama. Karena kita, hanya hamba-Nya yang mencoba bertahan di dunia fana. ------ Tuan... Tak inginkah kau merengkuhku di sepanjang perjalanan hidupmu? Tak inginkah engkau meraihku untuk berada di relung hatimu? Kau biarkan aku tertusuk ribuan duri yang terbentang. Jika aku menjadi abu, itu bukan untuk kebahagiaanmu, agar duka mengikutimu tanpa jeda. - Abelqiz, 150825
Komentar
Posting Komentar