"Coba tebak, kenapa Tuhan membiarkan sayapmu patah, dan ngga berfungsi seperti sediakala lagi?" Pangeran Kegelapan berkata sambil menahan senyum. Peri Kecil mengernyit, "Di kutuk kali!"Ucapnya ketus. "Dih gitu." Pangeran Kegelapan tertawa terbahak-bahak. Peri Kecil kesal, perasaannya sedang campur aduk, namun malah di tertawakan seperti itu, "Berisik! Aku mau sendiri, ngga usah ganggu!!". Peri Kecil menghentakkan kakinya. Pangeran Kegelapan menyentuh sayap Peri Kecil dengan lembut, "Tuhan membiarkan sayapmu patah seperti ini, karena Tuhan tau, aku akan menemani gelapmu, kemudian membiarkanmu menikmati dinginnya langit bersamaku." Tanpa meminta persetujuan, Pangeran Kegelapan merengkuh Peri Kecil ke dalam pelukan, kemudian membawanya terbang mengelilingi gelapnya malam.
Peri Kecil terenyuh, amarah yang ia rasakan perlahan mereda, tergantikan oleh hawa dinginnya malam yang kemudian menghangat karena pelukan Pangeran Kegelapan. "Aku... takut...." ucap Peri Kecil ketika mencoba melihat ke daratan. Pangeran Kegelapan mendekap Peri Kecil lebih erat, ia dekatkan bibirnya ke telinga Peri Kecil, lalu berbisik "Aku hanya akan melepasmu, jika kamu pinta." Tanpa sadar, sebersit senyuman terurai di wajah Peri Kecil. Yang ia tau, cinta itu pahit, kemudian... ketenangan yang ia rasakan ini apa?
_________________________________________________________________________________
Tuan, jika memang engkau senandungkan cinta dari hati. Mengapa engkau tukar bahagia dengan duka? Sedangkan kita tau, cinta tercipta bukan karena pandangan pertama, melainkan tali temali yang dipintal dengan kasih, kemudian terpahat dalam jiwa, meleburkan lara, hingga akhirnya menyatu bersama asa. Karena cinta tanpa jeda, bukan berarti tak ada luka.
- abelqiz, 210318
Komentar
Posting Komentar