Langsung ke konten utama

My Little Angel - Part 13 (Cinta Tanpa Jeda)

          "Coba tebak, kenapa Tuhan membiarkan sayapmu patah, dan ngga berfungsi seperti sediakala lagi?" Pangeran Kegelapan berkata sambil menahan senyum. Peri Kecil mengernyit, "Di kutuk kali!"Ucapnya ketus. "Dih gitu." Pangeran Kegelapan tertawa terbahak-bahak. Peri Kecil kesal, perasaannya sedang campur aduk, namun malah di tertawakan seperti itu, "Berisik! Aku mau sendiri, ngga usah ganggu!!". Peri Kecil menghentakkan kakinya. Pangeran Kegelapan menyentuh sayap Peri Kecil dengan lembut, "Tuhan membiarkan sayapmu patah seperti ini, karena Tuhan tau, aku akan menemani gelapmu, kemudian membiarkanmu menikmati dinginnya langit bersamaku." Tanpa meminta persetujuan, Pangeran Kegelapan merengkuh Peri Kecil ke dalam pelukan, kemudian membawanya terbang mengelilingi gelapnya malam.
          Peri Kecil terenyuh, amarah yang ia rasakan perlahan mereda, tergantikan oleh hawa dinginnya malam yang kemudian menghangat karena pelukan Pangeran Kegelapan. "Aku... takut...." ucap Peri Kecil ketika mencoba melihat ke daratan. Pangeran Kegelapan mendekap Peri Kecil lebih erat, ia dekatkan bibirnya ke telinga Peri Kecil, lalu berbisik "Aku hanya akan melepasmu, jika kamu pinta." Tanpa sadar, sebersit senyuman terurai di wajah Peri Kecil. Yang ia tau, cinta itu pahit, kemudian... ketenangan yang ia rasakan ini apa?

_________________________________________________________________________________


Tuan, jika memang engkau senandungkan cinta dari hati. Mengapa engkau tukar bahagia dengan duka? Sedangkan kita tau, cinta tercipta bukan karena pandangan pertama, melainkan tali temali yang dipintal dengan kasih, kemudian terpahat dalam jiwa, meleburkan lara, hingga akhirnya menyatu bersama asa. Karena cinta tanpa jeda, bukan berarti tak ada luka.
- abelqiz, 210318



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempadan Duka

Bertahan sekaligus berjuang tidaklah mudah. Mencoba berdiri tegak di tengah gemuruh ombak. Bertahan pada kapal yang sama, namun ternyata tak berdaya. Tak apa jika lelah, bukan untuk pindah arah, hanya agar sanggup melangkah. Terlalu berat memang jika sendiri, Carilah yang membersamai. Tanpa harus memaksa, karena semua bergerak mengikuti hati. Entah nantinya akan beriringan atau hanya akan mencari tujuan yang sama. Semua menjadi percuma jika tidak seirama. Bersimpuh dan berdoa, tetaplah yang utama. Karena kita, hanya hamba-Nya yang mencoba bertahan di dunia fana. ------ Tuan... Tak inginkah kau merengkuhku di sepanjang perjalanan hidupmu? Tak inginkah engkau meraihku untuk berada di relung hatimu? Kau biarkan aku tertusuk ribuan duri yang terbentang. Jika aku menjadi abu, itu bukan untuk kebahagiaanmu, agar duka mengikutimu tanpa jeda.  - Abelqiz, 150825    

Lelah

Entah sanggup bertahan dengan cara apa, atau sampai kapan. Semakin hari yang di rasa hanya kekosongan diri, dan perihnya hati. Hampa... Ternyata ratusan cinta tak sanggup menghapus sakit. Hanya ingin istirahat sejenak, namun dunia tak memberi satu helaan nafas pun untuk bahagia. Kenapa? Banyak tanya tak ada jawab. Banyak pengorbanan tak ada hasil. Banyak penantian tak ada kepastian. Mungkin suatu saat, jiwa ini akan pergi dengan sendirinya, diiringi belas kasih yang terurai dalam air mata.  _________________________________________________________________________________ Teruntuk jiwa... Jikalau lelah, beristirahatlah. Ikhlaskan yang dipinta, karena raga sudah tak mampu bertahan. Sejauh apa hidup kau inginkan? Jika tangis tak pernah usai, sakit tak pernah hilang. Karena, semua perhatian, terlalu palsu untuk dijadikan nyata.  - Abelqiz, 150920

Titik Terakhir

Peri Kecil : Jikalau engkau lelah dan memilih pergi, akankah kau tetap menikmati malam? Sedangkan tiap malammu dipenuhi akan diriku. Diriku yang selalu bersemayam dalam sisi gelapmu. Pangeran Kegelapan : Tidak ada yang bisa menghapusmu, baik dari ingatan, rasa, atau apapun itu. Kamu tetaplah kamu, dan tidak ada yang bisa menggantikan sosokmu. Mengapa kamu bertanya seperti itu? Peri Kecil : Aku takut rasa sakit ini akan menghapus dirimu, sampai akhirnya aku pun tahu, bahwa aku tak sanggup lagi melangkah sekalipun telah ditemani bayang gelapmu. Pangeran Kegelapan : Pecundang sejatilah yang merasa seperti itu, ada atau tidak ada diriku, kamu harus terus melangkah. Peri Kecil : Jika saja kau tau, terlalu sulit. Melihatmu dalam gelap, namun aku tak mampu merengkuh, kemudian peri lain hadir menyapa manis dirimu, menggantikan diriku dalam pelukmu. Ah.... Pangeran Kegelapan : Sekali lagi aku tegaskan, Peri. Aku hanya akan pergi jika kau pinta. Apa kau ingin aku pergi? Peri Keci...