Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Berdiri Tanpa Kaki

     "Setidaknya, aku masih berjalan tanpa kaki orang lain. Berdiri tegak tanpa goyah." Ucap peri kecil pada Pangeran Kegelapan. Pangeran Kegelapan tersenyum pahit, "Bukan berarti tak ada yang menatap miris terhadapmu, Puan. Hanya saja mereka memaksa untuk merunduk ketika engkau berlalu."      Ya... terbang dengan sebelah sayap yang tak lagi utuh, bukanlah pilihan mudah. Namun seperti itulah aku mencoba bertahan. Menatap orang-orang yang lalu lalang, seolah tak memperhatikan gerakku, namun ternyata berbisik nyinyir di belakang. Setidaknya, aku akan buktikan bahwa aku mampu terus bergerak, walau perih kurasa. Tanpa menjadi benalu pada pepohonan tinggi.      Sepenting itukah sayap untuk mereka?   Tak ada yang sempurna. Setiap makhluk lahir dengan cacatnya sendiri. Pantaskah kita membahas kekurangan mereka? Sudahlah, biar Tuhan yang membalas apa yang tidak diketahui pun yang kuketahui.      Mungkin memang pelar...

Delusi

Tuan, bukankah engkau bisa mengiringi langkahku dengan do'a? Karena setiap aku meraba mimpi, hanya hampa yang ku dapat. Diam aku berjalan, selamanya menjadi tanya untukmu. Bukan perihal ego yang tinggi, ini perkara hati yang hancur. Yang tak dapat terobati dengan kata. Asa dalam dada pun terbungkus luka, berpita emosi,  bersarang sepi. Hingga cinta tak mampu lagi menyentuh hati, atau sekedar hinggap untuk menyapa. Pilu.... Bagai fatamorgana, hidup hanya sekedar kiasan. Bukan pilihan, pulang adalah akhir dari semua tujuan. _____________________________________________________________________ "Katamu... hidup akan menjadi sederhana, karena takkan pernah kau janjikan apapun. Namun, lisan tak pernah berdampingan dengan realita. Berdiri di batas nalar diri, mencoba peruntungan hidup dengan meraba masa depan bukanlah keahlianku, Tuan.... Jadikanlah ilusi menjadi nyata, agar tidak tercipta delusi. Karena berdiri tanpa penopang, hanya akan mengaburkan jarak pandang...