Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Mentari Pagi Ini

     Peri kecil berdiri di ujung tebing, menunggu mentari yang mulai muncul perlahan. Perasaannya tenang, layaknya ombak di lautan pagi ini. Buliran air mata berganti dengan senyum yang terukir tidak hanya di paras mungilnya, namun juga hati. Peri kecil bersimpuh dan memejamkan matanya. Peri Kecil : "Dengan nama Allah, bimbing hatiku hanya untuk satu nama yang KAU inginkan. Beri aku cara terbaik untuk mendapatkan kebahagiaanku. Karena KAU sang maha pembolak balik hati, yang tahu segalanya yang aku tidak pernah tahu."      Tanpa Peri Kecil sadari, Pangeran Kegelapan berada tepat di belakangnya, memperhatikannya sejak awal ia berdoa. Pangeran Kegelapan menepuk pelan pundaknya. Peri kecil terkejut, Pangeran Kegelapan mendekatkan bibir ke telinganya, kemudian berbisik, Pangeran Kegelapan : "Nafasku selalu berhenti setiap kali mendengar detik jam yang bergeser. Sebab kau merajut rindu di dalamnya. Bersamaan degup jantungku. Kubiarkan kau mengalir bersa...

Koper Cintaku - Part 2

Tuan... Ketika kita saling sapa, kemudian menjadi cinta tanpa luka. Banyak harap dan do'a yang kita lantunkan kepada Sang Pencipta. Tawa, canda, tangis, serta amarah memenuhi hari yang pernah kita lalui. Begitu sempurna sampai kita lalai bahwa ada jurang yang terbuka. Antara kita tak pernah bisa menyatu, hanya bertemu. Pertemuan yang mengajarkan kita, bahwa aku memiliki hatimu, namun bukan ragamu. Tuan... Do'aku tak pernah salah, akan selalu kubacakan disetiap sujudku, untukmu, atas izin Tuhan. Dan terima kasih atas semua ketulusan, kesabaran, serta keikhlasanmu. Bahwa mencintaimu memang bukan untuk memiliki. Aku mencintaimu... sungguh... tanpa kepalsuan serta kepura-puraan. Namun Tuhan lebih menyayangimu dibandingkan denganku. Tuan... ini bukan perpisahan.... Ku ucap syukur atas pertemuan, sayang, serta cinta yang kita tanamkan jauh di dalam hati terdalam. Hati ini terasa lemah, sunyi, dan sepi. Pelukanmu tak pernah terhapuskan. Dan cintamu...