Peri kecil menutup album yang telah berdebu.
-A- 110914
Perlahan air mata menetes tak terhenti.
Sakit dan perih membakar relung hatinya.
Ada apa? Kenapa?
Hati kecilnya pun tak mampu menjawab.
Ada luka yang tergores kembali.
Ada perih yang terbuka perlahan.
Ada lubang yang tak berhasil tertutup sempurna.
Namun karena apa?
Peri kecil selalu mampu membuat semua orang iri.
Kehidupannya. Percintaannya. Kebahagiaannya. Semuanya.
Tapi tak ada satupun yang tau, apa yang sebenarnya ia rasakan.
Dirinya sendiripun tak pernah tau, topeng yang mana yang sedang ia mainkan.
Peri kecil berlutut, merunduk, dan mencengkram erat tepat di jantungnya.
Tak lebih sakit dari apa yang ia rasakan.
Tak lebih perih dari apa yang ia terima.
Tapi sekali lagi, ia tak pernah tau atas dasar apa ia merasakan itu semua.
Yang ia tau, dia telah kalah.
Kalah telak.
Bukan karena aku tak bahagia, lalu aku terluka. Bukan karena aku terluka, lalu aku menangis. Hanya karena ini hidup, maka aku harus tersenyum. Ada takdir yang sedang menunggu untuk memberikan peran lainnya. Topeng selanjutnya.
-abelqiz-
-A- 110914
Komentar
Posting Komentar