Embun di pagi hari, bangunkan diri dari remah rindu.
Pagi yang melulu rindu, tak ejakan waktu yang selalu tanpa nafasmu. Pilu.
Bukan Pagi Pertama. Diselimuti hangatmu dalam alunan melodi.
Selalu tentang pagi, memanjakan sinar mentari kala hangat menyapa hati.
Merapal do'a dalam sunyi pagi. Merengkuh sukmamu, merintih rindu.
Begitu sendu pagimu rindu. Memilikimu dalam setiap hembusan waktu.
Ketika pagi, mencumbu garis tegas wajahmu dalam deru nafas semalam.
Seorang pemimpi senja menangisi indahnya pagi. Bahwa bahagia tak selalu tersenyum.
Tak melulu tentang cinta. Kali ini pagi mengecoh rindu dengan jarak.
Rindu itu sepi, Tuan. Dan kali ini tentang rindu. Menatap cakrawala dalam diam. Memandang bulan yang sama dalam dua sisi. Menghangatkan hati dari rindu yang menggebu. Yang tak terucap kata. Hanya tersirat lewat hela nafas. Berharap esok waktu berputar lebih cepat.
-A- 240714
Komentar
Posting Komentar