Ibu...
Besok usiamu bertambah.
Namun besok juga harimu berkurang.
Waktu berjalan tanpa bisa dikendalikan.
Gadis kecilmu sudah semakin dewasa,
Sudah tak lagi menangis meminta susu.
Tak lagi bergelayut manja di pangkuanmu.
Ibu...
Walaupun kini aku sudah dewasa, namun aku tetap gadis kecilmu.
Yang senantiasa merengek saat engkau tak menemani tidur.
Yang masih ketakutan jika lampu dimatikan saat terlelap.
Yang tetap meringkuk ketakutan disisimu saat petir bergemuruh.
Ibu...
Aku tau kesedihanmu semakin jelas terlihat.
Aku tau engkau membayangkan saat dimana engkau tak lagi ada disisiku.
Tak lagi menemani tidurku.
Tak lagi memarahiku.
Tak lagi menatapku sinis saat aku mencoba membantah setiap tutur katamu.
Aku membaca jelas kekhawatiranmu itu, Bu.
Ibu...
Saat engkau menangis di malam itu, di tengah gelapnya malam.
Dan sesaat kau bertanya padaku, "Apa kamu akan menangis seperti ini saat ibu tak lagi sanggup bernafas? Apa kamu akan merasa kesepian?"
Dan malam itu, seluruh tubuhku bergetar hebat.
Membuat fisikku rapuh.
Dan seperti biasa, tanpa berkata aku hanya duduk diam.
Menatapmu lirih.
Pedih.
Apa ibu merasa aku tak menyayangimu, Bu?
Perih di setiap detak jantungku tak berkurang sampai saat ini.
Aku menangis dalam setiap denyut nadiku, Bu.
Ibu...
Mungkin aku belum mampu membuatmu tersenyum.
Mungkin 80% hadirku hanya ciptakan perih di lubuk hatimu.
Namun, aku menyayangimu...
Dan percayalah, Bu.
Aku takkan bisa sekuat apa yang aku katakan kepada dia yang ku sayang.
Takkan pernah bisa....
Untuk hari esokmu,
di usiamu yang ke-63.
Tak henti doa kupanjatkan dalam setiap tarikan nafasku.
Untukmu, Ibu.
With Love
Your Lil Angel
-A- H-1 040414
Besok usiamu bertambah.
Namun besok juga harimu berkurang.
Waktu berjalan tanpa bisa dikendalikan.
Gadis kecilmu sudah semakin dewasa,
Sudah tak lagi menangis meminta susu.
Tak lagi bergelayut manja di pangkuanmu.
Ibu...
Walaupun kini aku sudah dewasa, namun aku tetap gadis kecilmu.
Yang senantiasa merengek saat engkau tak menemani tidur.
Yang masih ketakutan jika lampu dimatikan saat terlelap.
Yang tetap meringkuk ketakutan disisimu saat petir bergemuruh.
Ibu...
Aku tau kesedihanmu semakin jelas terlihat.
Aku tau engkau membayangkan saat dimana engkau tak lagi ada disisiku.
Tak lagi menemani tidurku.
Tak lagi memarahiku.
Tak lagi menatapku sinis saat aku mencoba membantah setiap tutur katamu.
Aku membaca jelas kekhawatiranmu itu, Bu.
Ibu...
Saat engkau menangis di malam itu, di tengah gelapnya malam.
Dan sesaat kau bertanya padaku, "Apa kamu akan menangis seperti ini saat ibu tak lagi sanggup bernafas? Apa kamu akan merasa kesepian?"
Dan malam itu, seluruh tubuhku bergetar hebat.
Membuat fisikku rapuh.
Dan seperti biasa, tanpa berkata aku hanya duduk diam.
Menatapmu lirih.
Pedih.
Apa ibu merasa aku tak menyayangimu, Bu?
Perih di setiap detak jantungku tak berkurang sampai saat ini.
Aku menangis dalam setiap denyut nadiku, Bu.
Ibu...
Mungkin aku belum mampu membuatmu tersenyum.
Mungkin 80% hadirku hanya ciptakan perih di lubuk hatimu.
Namun, aku menyayangimu...
Dan percayalah, Bu.
Aku takkan bisa sekuat apa yang aku katakan kepada dia yang ku sayang.
Takkan pernah bisa....
Untuk hari esokmu,
di usiamu yang ke-63.
Tak henti doa kupanjatkan dalam setiap tarikan nafasku.
Untukmu, Ibu.
With Love
Your Lil Angel
-A- H-1 040414
Komentar
Posting Komentar