Cerita ini takkan pernah selesai,
disaat aku bersamamu atau bersamanya.
Tangis ini takkan pernah habis,
disaat aku bersamamu atau bersamanya.
Seperti itu kah?
Mungkin engkau takkan pernah paham maksud hatiku.
Ratusan rasa kecewa aku ungkapkan,
Puluhan kata benci aku ucapkan.
Tapi, apa tanggapanmu?
Hanya amarah yang dapat kau rasakan.
Padahal, bukan itu yang aku inginkan.
Aku ingin kamu lebih memahami isi hatiku.
Tapi sedikitpun tak ada niatmu untuk hal itu.
Sakit? Perih?
Mungkin jauh dari yang kau rasakan.
Mengapa?
Karena apa yang aku lakukan merupakan bentuk kecewaku padamu.
Dan aku tau, kamu hanya bisa menyalahkan tanpa pernah mencoba untuk berfikir.
Salahkah jika aku merasa 'terbuang'?
Bukan... Bukan karena ucapanmu, melainkan sikapmu.
Salahkah jika aku ingin dijadikan 'ratu'? Walaupun hanya sesekali?
Tidak... Tidak ada yang salah dengan perhatianmu.
Tapi pernahkah kamu tau,
Hatiku sering menangis.
Menangis akan perlakuanmu yang tak pernah sekalipun engkau sadari amat sangat menyakitiku.
"Menyakiti apa? Kamu yang selalu menyakitiku!"
Sepertinya itu yang akan kamu lontarkan.
Ah... Sudahlah.
Tak perlu lagi kau tau, kenapa aku seperti ini.
Mungkin, kamu memang selalu benar.
Dan aku yang selalu membuangmu.
SATU.
Itu yang kamu inginkan.
Namun aku, hanya ingin INTROPEKSImu.
disaat aku bersamamu atau bersamanya.
Tangis ini takkan pernah habis,
disaat aku bersamamu atau bersamanya.
Seperti itu kah?
Mungkin engkau takkan pernah paham maksud hatiku.
Ratusan rasa kecewa aku ungkapkan,
Puluhan kata benci aku ucapkan.
Tapi, apa tanggapanmu?
Hanya amarah yang dapat kau rasakan.
Padahal, bukan itu yang aku inginkan.
Aku ingin kamu lebih memahami isi hatiku.
Tapi sedikitpun tak ada niatmu untuk hal itu.
Sakit? Perih?
Mungkin jauh dari yang kau rasakan.
Mengapa?
Karena apa yang aku lakukan merupakan bentuk kecewaku padamu.
Dan aku tau, kamu hanya bisa menyalahkan tanpa pernah mencoba untuk berfikir.
Salahkah jika aku merasa 'terbuang'?
Bukan... Bukan karena ucapanmu, melainkan sikapmu.
Salahkah jika aku ingin dijadikan 'ratu'? Walaupun hanya sesekali?
Tidak... Tidak ada yang salah dengan perhatianmu.
Tapi pernahkah kamu tau,
Hatiku sering menangis.
Menangis akan perlakuanmu yang tak pernah sekalipun engkau sadari amat sangat menyakitiku.
"Menyakiti apa? Kamu yang selalu menyakitiku!"
Sepertinya itu yang akan kamu lontarkan.
Ah... Sudahlah.
Tak perlu lagi kau tau, kenapa aku seperti ini.
Mungkin, kamu memang selalu benar.
Dan aku yang selalu membuangmu.
SATU.
Itu yang kamu inginkan.
Namun aku, hanya ingin INTROPEKSImu.
Komentar
Posting Komentar