Hai kupu-kupu indah yang senantiasa terbang dan hinggap menghiasi tubuhku, tersenyumlah.... karena mulai saat ini aku menyadari akan diriku. Diriku yang hanyalah sebuah duri. Diriku yang hanya dapat melukai. Aku menyadari itu, dan tak akan ku biarkan kau terluka karena duriku lagi. Aku tau, kau makhluk sempurna yang diciptakan Allah dari seekor ulat yang menjijikan namun bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu indah nan sempurna. Lihatlah aku, kupastikan takkan ada lagi yang dapat menyentuhku. Karena duriku sudah lebih tajam dari sebelumnya.
Tak perlu lagi kau hinggapi aku, namun berkunjunglah walau hanya sekedar melihat. Tetaplah hinggap di mawarmu yang indah dan suci bak bidadari kahyangan. Bukan denganku yang bagaikan racun tak kasat mata. halus, namun menyakitkan.
Taukah kamu, bukan hanya saat ini saja aku menyadari bahwa akulah duri yang tak selayaknya menginginkanmu untuk hinggap ditangkaiku. Walaupun aku tau, tanpa tubuhku, takkan ada mawar yang dapat bertahan hidup. Namun akupun tau, takkan pernah kau merelakan waktu walau hanya sedetik saja untuk hinggap ditangkaiku dan mengabaikan bujuk rayu nan cantik dari mawar yang merekah sempurna tanpa celah.
Aku tersenyum, aku bahagia....
Bahagia jika kumelihat kau selalu setia hinggap di mawarmu.
Izinkan aku melihatmu, mengamatimu, dan memperhatikanmu.
Meskipun takkan pernah kau tau itu.
Aku hanyalah duri, walaupun menyakitkan, namun aku tau bahwa Yang Maha Kuasa tak pernah menciptakan sesuatu tanpa manfaat. Dan aku menanti datangnya waktu saat seluruh makhluk di dunia ini paham apalah guna dari sebuah DURI.
Duri yang kecil, terkadang halus, dan tipis. Namun saat tak sengaja kau menyentuhnya dan ia merasa tersakiti, darah segar akan menghiasi jemarimu....
_A_140811_
suka bacain prosa kamu! hmmmm... salam kenal ya.
BalasHapusvisit me here: http://syariefmustafa.blogspot.com/