Aku pernah bermain hati, namun tidak dengan api. Aku pernah menjadi pemburu, namun tidak membunuh. Jatuh, bangun, sakit, serta bahagia pernah kurasa. Namun tidak untuk saat ini.... Merasa bahagia bersamaan dengan sedih. Merasa suka bersamaan dengan duka. Memang semesta sering bercanda. Jika memang ditakdirkan bersama, mengapa ada jarak yang membuat luka? Jika memang hanya sesaat, mengapa teramat manis dirasa? Logika dan cinta itu berbeda, namun jika digabungkan menjadi cerita. Cerita tentang aku dan kamu. Yang menjadi satu namun tak menyatu. ____________________________________________ Kadang rindu terlihat mudah, Tuan. Jikalau kita berpeluk dalam jarak, tidaklah mungkin kita menjauh. Sedetik merasa dekat, detik berikutnya berkata lain. Mungkin ini yang dinamakan takdir. Memimpikan hadirmu dalam harap. Tak hanya sesaat, namun selamanya. Kemudian terbangun, dan menyadari bahwa cinta hanyalah bunga tidur semalam...