Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Titik Terakhir

Peri Kecil : Jikalau engkau lelah dan memilih pergi, akankah kau tetap menikmati malam? Sedangkan tiap malammu dipenuhi akan diriku. Diriku yang selalu bersemayam dalam sisi gelapmu. Pangeran Kegelapan : Tidak ada yang bisa menghapusmu, baik dari ingatan, rasa, atau apapun itu. Kamu tetaplah kamu, dan tidak ada yang bisa menggantikan sosokmu. Mengapa kamu bertanya seperti itu? Peri Kecil : Aku takut rasa sakit ini akan menghapus dirimu, sampai akhirnya aku pun tahu, bahwa aku tak sanggup lagi melangkah sekalipun telah ditemani bayang gelapmu. Pangeran Kegelapan : Pecundang sejatilah yang merasa seperti itu, ada atau tidak ada diriku, kamu harus terus melangkah. Peri Kecil : Jika saja kau tau, terlalu sulit. Melihatmu dalam gelap, namun aku tak mampu merengkuh, kemudian peri lain hadir menyapa manis dirimu, menggantikan diriku dalam pelukmu. Ah.... Pangeran Kegelapan : Sekali lagi aku tegaskan, Peri. Aku hanya akan pergi jika kau pinta. Apa kau ingin aku pergi? Peri Keci...

My Little Angel - Part 13 (Cinta Tanpa Jeda)

          "Coba tebak, kenapa Tuhan membiarkan sayapmu patah, dan ngga berfungsi seperti sediakala lagi?" Pangeran Kegelapan berkata sambil menahan senyum. Peri Kecil mengernyit, "Di kutuk kali!"Ucapnya ketus. "Dih gitu." Pangeran Kegelapan tertawa terbahak-bahak. Peri Kecil kesal, perasaannya sedang campur aduk, namun malah di tertawakan seperti itu, "Berisik! Aku mau sendiri, ngga usah ganggu!!". Peri Kecil menghentakkan kakinya. Pangeran Kegelapan menyentuh sayap Peri Kecil dengan lembut, "Tuhan membiarkan sayapmu patah seperti ini, karena Tuhan tau, aku akan menemani gelapmu, kemudian membiarkanmu menikmati dinginnya langit bersamaku." Tanpa meminta persetujuan, Pangeran Kegelapan merengkuh Peri Kecil ke dalam pelukan, kemudian membawanya terbang mengelilingi gelapnya malam.           Peri Kecil terenyuh, amarah yang ia rasakan perlahan mereda, tergantikan oleh hawa dinginnya malam yang kemudian menghangat karena pelukan Pangeran...

Tentang Hati Yang Terluka

Ah... Sudah berapa lama buku ini tertutup? Bukan karena tidak ingin membukanya lagi. Namun terlalu banyak keindahan yang tertuang dalam kehidupan di dunia fana. Lalu, mengapa sekarang engkau buka kembali? Ya... Karena kefanaan hanyalah sementara. Tidak ada yang kekal dan abadi. Sebentar saja aku larut dalam kebahagiaan, yang seharusnya aku tau, semuanya hanyalah sementara. Karena yang selamanya hanya Allah SWT bukan? Sejauh apa aku melangkah dalam kesesatan, sejauh apa aku berenang dalam keabadian sesaat, sekali lagi, Allah tidak pernah tidur. Dia melihat apa yang tidak kita lihat. Mendengar apa yang tidak kita dengar. Dan merasakan apa yang belum kita rasakan. Sesempurna itu... Namun akupun masih lalai untuk selalu bersujud di hadapan-Nya. Aku berkata, aku tak mampu hidup tanpa-Nya. Dan Ia membenarkan hal itu. Membenarkan bahwa aku tersesat terlalu jauh selama ini. Menarikku kembali ke jalan-Nya, menarik kembali peri kecil yang terluka beberapa tahun yang lalu. Yang tak pe...