Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Sendiri (Hanya Tangis)

Peri kecil membuka buku harian yang telah usang termakan usia. Sudah lama ia tidak mencurahkan apa yang dirasakan. Terlalu banyak hal yang absurd, yang sulit untuk di ungkapkan, bahkan sekedar lewat tulisan. Pensil ditangannya hanya ia mainkan saja,tapi tetap tidak mencoretkan apapun dikertas berdebu itu. Banyak hal yang terjadi, dari bahagia, sampai yang menyayat hati, namun tetap... semuanya tak dapat terucapkan. 'Brakk!' Peri kecil melempar buku hariannya keluar jendela. "Bercerita dengan benda mati saja aku tak mampu." Ia tertawa sinis. Perlahan ia berjalan menjauh dari cahaya sore itu. Mendekati gelap yang selalu menemani harinya. Seperti tak bertulang, ia terjerembab di sudut ruang gelap kamarnya. Menelungkup pasrah, tanpa ingin menatap apapun disekelilingnya. "Aku memang hanya sendiri. Sendiri. Tanpa siapa pun menemani. Hanya Tuhan, dan sayap patahku." Dalam diam, air mata menetes perlahan. Menghiasi pipi mungil peri kecil. Menemani setiap...