Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

My Little Angel - Part 12 (Sayap Sayap Patah)

     "Ha? Semuanya masih kamu simpen? Suara kayak kaleng rombeng gitu. Astagaa. Apus ngga?!" Sekuat tenaga aku mencoba merampas ponsel pintar yang sedang dia mainkan di depanku. Bukannya kabur, dia malah menarik tubuhku dan memelukku erat.        "Suara kaleng rombengmu ini buat nemenin aku tidur. Udah jangan bawel." Kecupan sayang mendarat di bibirku. Aku terpaku. Tak bisa berkata lagi selain merengek manja.          Ya seperti itulah yang sering terjadi setiap ada perdebatan anatara aku dan dia. Diakhiri dengan pelukan, kecupan, atau bahkan disaat aku lagi marah-marah, tanpa banyak bicara dia hanya memelukku. Lalu mengusap manja puncak kepalaku. Manis. meskipun banyak perbedaan, namun sikapnya yang tak pernah menentang yang mampu membuatku meleleh. Bertekuk lutut oleh cintanya. ***       "Kamu ngga mau punya kekasih yang sempurna? Aku bahkan tak memiliki sayap seperti peri lainnya." Ucapku tempo hari s...

My Little Angel - Part 11

Mengerti yang perlu dimengerti. Memahami yang perlu dipahami. Pengulangan yang berulang. Terkadang kata yang terucap dalam diam, membakar logika. Membangkitkan amarah dan mengguncang emosi. Bernyanyi dalam sendu, tertawa dalam duka. ~ abelqiz ~  _________________________________________________________________________________         Beberapa kali bercermin pada cermin yang sama. Langkah kaki kecil dibelakang pun masih terdengar. Pelan. Hati-hati. Sosok mungil tersenyum di balik punggungku. Tepat disana. Senyum manis bercampur sakit terlukis sempurna. Peri kecil itu, membayangi hidupku setiap saat. Menertawakan bahagia yang terlintas sekilas dalam tidurku. Mimpi yang sama. Terus menerus menghantuiku.           Peri kecil itu tidak pernah mendekat. Hanya sekedar menatap. Namun aku tau. Dia ingin bebas. Mengurungnya dalam sisi tergelap di hidupku. Menahannya untuk tidak pernah berinteraksi dengan dunia. Karena dia p...