Langkah-langkah kecil tercipta setiap kali peri kecil menjejakkan kakinya. Gemuruh terdengar memekakan gendang telinga saat bersahutan dengan kilatan petir. Peri kecil berjalan mengikuti alur sungai yang ada di sampingnya. Entah ingin pergi kemana. Yang penting ia pergi menjauh dari kelamnya hidup. Peri kecil menengok sekali lagi ke balik punggungnya. " Seandainya aku tau apa takdir hidupku. Pasti aku akan merubah jalan yang ada sesuai dengan mauku. Tapi sayang, sang penguasa kegelapaan tak pernah sedikitpun berniat 'tuk memberikan buku takdirku. Ahh... " Peri kecil menunduk lemah. Ia rasakan perih yang sangat di jantungnya. Ya... Jantungnya tak lagi utuh. Tersisa kepingan-kepingan kecil yang bisa di hancurkan hanya dengan sekali sentuh. Kembali ia telusuri jalan di pinggir sungai itu. Aliran air terdengar bagai nyanyian kematian untuknya. Seakan memanggilnya untuk segera menghancurkan apa yang sudah semestinya hancur. Tubuhnya. Hidupnya. Perasa...