Tahun berulang menggulung hari. Menutup sepi perlahan yang terombang-ambing akan khayal semu. Gigilnya pilu menutup luka musim semi. Yang hadir tanpa diminta. Teronggok manis lilin kecil berjejer rapi. Diatas meja. Tanpa alas. Perlahan, setetes demi setetes lilin mencair sempurna. Mengaburkan harap dan doa yang terucap bersamaan dengan air mata. Bayangan memperjelas kondisi. Takkan pernah menjadi nyata. Hanya akan mengikuti. Hanya akan menemani. Tanpa perlu mewujudkan diri. Tawa lirih gadis kecil menghantui hari. Mengaburkan pandangan akan masa depan. Menutup kemungkinan akan masa lalu. Selalu seperti ini. Berdiam pada sisi yang tak pasti. Tak menentu. Langkah kaki tertahan sejenak. Mendendangkan nyanyian kematian. Kematian akan bayangan yang sempat nyata. Namun kembali menyatu bersama tanah. Bersama, tapi tak menyatu. -A- 140414