Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Ketika Cinta Bercerita (Cahaya Sore - Peri Kecil)

Cahaya Sore : Sayang, ketahui tiap pagi yang aku cari bukan apapun selain kamu. Begitulah pagi bercerita pada diriku, tak lagi remah roti dan secangkir kopi, hangatmu kini. Maka aku selalu menyukai pagi, hangatmu tenangkanku dari gigil malam dan luka mimpi yang sepi. Peri Kecil : Sayang, andai waktu bisa dihentikan, aku ingin sekejap menjeda waktu. Membiarkanku menikmati setiap lekuk wajahmu, menyimpan dalam memory ingatanku, dan menyimpannya rapat. Dikala rindu menghujam, fikiranku sudah terpenuhi olehmu. Cahaya Sore : Beberapa sepi berkata pada rindu, tak selalu jingga sesorean itu, memelukmu jauh lebih sendu daripadanya. Kadang, gemintang malam tersenyum melihat sepi. Tak ada kata hanya bait rindu yang memeluk nyata hati dan semangatku. Peri Kecil : Tak ada kata yang terucap selain alunan rindu yang menari dalam dinginnya malam. Membuatmu membeku dan membiarkanku memelukmu dalam hening. Seperti itulah caraku mencintaimu. Cahaya Sore : Tak ingin sepi...